Labels

Klik Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Halal ataukah Haram

Halal ataukah Haram



Sudah sangat sering kudengarkan apabila disebut kata trading image orang-orang Indonesia pada umumnya jelek soal trading itu.
Ada yang mengatakan itu “haram hukumnya” padahal MUI menghalalkan, fatwa No: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf), saya bukan seorang alim ulama, kalau saya ditanya apa dasar hukum dari Qur’an maupun Hadis Rasullulah SAW yang menghalalkan valas, saya tidak bisa menjawab, saya hanya  bisa mengatakan pada diriku sendiri, MUI kumpulan para alim ulama se Indonesia memberi fatwa halal dan haram saya rasa tidak sembarangan memutuskannya, saya juga pernah dengar para ustadz penceramah agama bilang, “serahkan urusan pada ahlinya”.
Barangkali sudah tepat kalau soal valas ini ditinjau dari sisi Agama diserahkan pada ahlinya yaitu orang-orang MUI sana, karena kalau saya yang mencari sendiri maka harus belajar Agama mulai dari nol lagi dan itu tidak mungkin saya lakukan karena asap dapur harus tetap mengepul.
Yang saya hindari adalah dalam menghukumi segala sesuatu apalagi soal halal dan haram, tidak berdasarkan pada nash-nash baik dari Qur’an maupun dari Hadist Rasullulah SAW, namun berdasarkan pada pemikiran kita sendiri dengan menggunakan ilmu kira-kira, lebih payah lagi sudah berani mengatakan itu halal haram dari “katanya temannya teman”.
Dalam hal syari’at saya merasa sangat kurang karena saya tidak pernah mengenyam pendidikan di Pondok pesantren, selama ini sibuk mencari penghidupan duniawi, kalau fatwa MUI itu dinilai salah oleh Allah SWT maka saya mendapatkan dosa dari kesalahan itu, terlebih-lebih para alim ulama di MUI sana yang memberi fatwa menyesatkan ummat, tentu mereka paham seberapa besar dosa mereka, jadi simple saja pemikiran saya mengikuti para fuqaha’, biarlah Allah SWT yang menilai salah dan benar karena saya terlahir, dunia sudah seperti ini dan hidup adalah pilihan.
Terkadang saya juga mikir, saat menjelang hari raya Idhul fitri, dijalan-jalan kota besar banyak sekali orang menawarkan pecahan uang rupiah untuk ditukar dengan yang baru dengan mengambil untung sekian persen, ini menukar uang rupiah dengan rupiah dan masyarakat antusias sekali tanpa berpikir apa itu halal atau haram, disisi lain di trading forex, uang kita tadinya rupiah kita tukar dengan dollar misalnya, dari uang kita yang sudah menjadi dollar itu kita belikan mata uang asing lainnya, apabila kita membeli dan menjual mata uang itu diatas harga beli kita, maka kita mendapatkan untung dan langsung bisa ditarik ke rekening saat itu juga, apabila membeli dan menjual dibawah harga beli, maka kita merugi dan modal yang sudah berupa uang dollar tadi juga berkurang karena merugi, yang tidak masuk dalam logika saya, bisnis Forex ini begitu sulit butuh kemampuan fisik, pemikiran dan modal yang kuat kok dipermasalahkan, sedangkan orang yang menukar rupiah dengan rupiah dijalan-jalan kok tidak dipermasalahkan.
Dinamika sebuah komunitas masyarakat yang dinamis, ada pro kontra adalah hal yang wajar, itulah dinamika kehidupan dan semuanya juga akan kembali pada diri masing-masing juga.
Alhamdulillah hari ini rupiah ditutup dengan signifikan pada level Rp. 13.821, info : vibiznews.com

0 komentar:

Posting Komentar