Labels

Klik Saya

Diberdayakan oleh Blogger.

Curhat Sang Murid 2


Kriiingg…. Kriinngg… kriiiinggg…. Telepon bunyi, anak : “Assalamu’alaikum” Ibu : “Waalaikumsalam” Anak : “Ibuk, pean duwe duit po ora?” Ibuk : “ Duwe nduk Ayahmu mari transfer” Anak : “Bekne gak duwe aku enek duit” Ibu : “Oleh ndi awakmu? wong bayaran yo ra cukup dipangan sak wulan?”Anak : “Aku ape widraw hasil tradingku oleh $40 buk” Ibu : “Temen ta iku? kenek dijupuk rupo duit ta? ora dibujuki ta?”.

Itulah rumor yang sering terjadi di masyarakat Indonesia terutama orang desa orang awam, dagang adalah jual beli orang ketemu orang, barang ketemu uang, kalau dibilang “internet” mereka mencibir sambil berkata “panganan opo kuwi”. 

Murid: “Pak, saya gak punya uang, belum gajian 2 bulan” Guru : “Akunmu saldonya berapa?” Murid : “$75 pak” Guru : “Floatingmu berapa?” Murid : “$3 pak” Guru : “Widraw aja $40 itu hasil jerih payahmu, modal yang dulu cuma$10 sekarang jadi $75 sudah lumayan bagus untuk kelas pemula seperti dirimu” Murid : “Nggeh pak, matur suwun”.

Dia pergi dengan hati berbunga-bunga, satu sisi membayangkan $40 kalau dirupiahkan jadi berapa ya? sisi lain dia juga membayangkan, bagaimana cara ambil uang dari luar negeri ke dalam negeri cuma duduk depan laptop tanpa riwa-riwi ke bank? dan disana menunggu seorang ibu yang ingin tau perkembangan sang anak.

Selang beberapa hari sang anak telepon ibunya lagi :

 Anak : “Assalamu’alaikum” Ibu : “Waalaikumsalam” Ibu : ”Lapo nduk?” Anak : “Aku baru saja melakukan transaksi elektronik dari luar negeri Rusia ke Indonesia Sumobito” Ibu : “Maksude opo?” Anak : “Tak jelasno rinci yo tetep gak paham buk, duitku $40 wis masuk nang rekeningku BRI Sumobito, $40 jadi Rp. 524.000,-“ Ibu : “Alhamdulillah… awakmu kok pinter nduk? Diulangi sopo sampai tekan luar negeri barang?” Anak : “Guruku buk, dia orang hebat, aku cocok nang trading iki buk, gak butuh menjanjakan barang, gak butuh kulak an, gak butuh riwa-riwi nagihi wong, cuma butuh laptop, modem karo duduk manis dirumah” Ibu : “Syukurlah nduk… di celengi gae masa depanmu dewe, ibuk wis cukup dikasih Ayahmu”.

Mereka orang awam taunya cuma bukti dan bukti, mereka terlalu polos diiming-imingi janji yang muluk-muluk, iklan iklan yang aduhai… memikat, pemikiran mereka sederhana saja cuma “buktine mana”.

Curhat Sang Murid 1


Ada teman , waktu melihat saya buka MT4 dia bilang : “Apa pak, itu seperti cacing?” saya hanya tersenyum  mendengarnya, terpaksa saya jelaskan sepintas kilas apa yang dimaksud seperti “cacing” itu padanya.
waktu berjalan sekian lama, suatu saat  teman yang bertanya tadi kebetulan curhat pada saya, “ Pak, saya ingin sekali membantu orang tua saya, saya anak pertama sudah disekolahkan, dikuliahkan tapi sampai sekarang masih menjadi beban orang tua, saya kasihan pada orang tua saya, dalam usia senja masih susah kerja ikut orang lain” saya tanya, kerja apa bapakmu? Dia jawab “Sopir pak” saya terdiam, dalam hati, saya sudah merasakan bagaimana susahnya menyekolahkan anak sampai lulus kuliah, saya yang PNS saja susahnya bukan main, apalagi yang kerja di swasta.
Saya terdiam sejenak sambil berpikir bisnis apa kira-kira untuk solusinya, semuanya butuh modal, sedang yang saya tau penghasilan dia juga tidak banyak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, jaman sekarang bisnis coba-coba juga sangat beresiko, karena persaingan dagang  makin ketat. Agak lama saya terdiam, tiba-tiba dia nyeletuk bertanya, “Pak, njenengan kemarin cerita pada saya soal trading, apa yang seperti “cacing” itu namanya trading?”.
Lagi-lagi saya tersenyum mendengarnya, dia curhat lagi, kali ini sudah agak spesifik curhatnya, “Pak, beberapa hari ini saya berfikir, merenung begini, aku masih muda, sebelum menyesal, aku mau belajar trading, kalau itu benar-benar aku niati, aku yakin pasti bisa, aku ingin jadi orang cerdas dan mengubah hidupku dan keluargaku.” Dia melanjutkan curhatnya “saya tidak mau pak, hidup dalam ketidak berdayaan terus, setidaknya saya bisa jadi orang cerdas, karena trading bukan sembarang orang bisa, setahun buat belajar trading, setidaknya pasti tau dan faham istilah-istilah itu, mumpung saya masih muda, sangat disayangkan kalau waktu ku tak pake galau terus, tidak ada manfaat sia-sia, dirumah galau, ditempat kerjaan tambah kacau, kaya tidak tapi hidup menderita, stoop!! pak saya sudah tidak mau lagi galau, saya ingin merintis masa depan saya dari berbagai jalan yang halal”.
Kegundahan yang sudah mencapai puncak, dari keadaan yang stagnan tidak berubah dari waktu ke waktu, sedang usia makin bertambah, keadaan ini juga kualami hampir tiap waktu sebelum saya mengenal dunia trading.
Akhirnya dengan rela hati kuajarkan ilmu trading kepadanya dengan gratis, sebelum belajar sudah saya wanti-wanti, “jangan skali-skali serakah”.
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah 3 bulan dia lalui di dunia trading, dari akun virtual sampai akun real, pertama akun real cent, modal $10 atau sekitar Rp. 135.000,- saking senengnya tau cara mendapatkan uang dengan mudah di trading, dia langsung open dengan lot 1 di pairs EUR/USD pada saat breaking news NFP, dan berlawanan arah dengan hasil rilis news, pagi-pagi curhat lagi, kali ini dengan raut muka cemas kehilangan uang $10, saya sarankan untuk diinjek dana sebesar $20 karena floating nya sudah besar akibat open dengan lot besar, akhirnya dia nurut saran saya, dinjek akunnya sebesar $20 jadi total akunya menjadi $30.
Alhamdulillah dengan pengalaman dia yang seperti itu menjadikan lebih hati-hati ke depan dan sekarang total akunnya sudah menjadi $70 dalam waktu 2 bulan. Selamat-selamat muridku…….
Saya beruntung dan bersyukur dilahirkan dari keluarga yang ta’at agama, dari bekal agama saya sejak kecil, tertanam keyakinan dalam hati, “Tiada yang manusia dapatkan kecuali apa yang ia usahakan”.
Dengan usaha yang tidak kenal lelah, waktu, tenaga, dana dan pikiran, saya curahkan untuk menekuni bidang ini, saya berkeyakinan “Allah SWT akan memberi apa yang saya usahakan”.
Semoga, dengan do’a dan apa yang saya usahakan selama ini Allah SWT memberikan kemudahan-kemudahan dalam mencapai apa yang saya cita-citakan. Amiiinnnn….

Ringkasan Kalender Forex Minggu Lalu


Kita perlu melihat pada event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu supaya bisa mengikuti perkembangan kenaikan atau penurunan yang terjadi dari indikator utama yang ada dalam kalender forex dan memiliki pandangan kedepan.

Berikut ini adalah ringkasan event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu:

Minggu lalu, Bureau of Economic Analysis AS merilis laporan GDP paling awal untuk kuartal kedua. GDP bertumbuh dengan kecepatan yang mengecewakan sebesar 1.2% setelah revisi turun pertumbuhan dikuartal pertama menjadi 0.8%. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan sebesar 2.6% dikuartal kedua. Penyebab utama penurunan yang tajam ini adalah kejatuhan $8.1 miliar di investasi inventory yang mengurangi 1.16% dari pertumbuhan GDP. Sementara itu belanja konsumen tetap kuat, bertumbuh dengan kecepatan 4.2%, tercepat sejak kuartal keempat dari 2014. Namun, penurunan inventory yang membebani pertumbuhan GDP diperkirakan akan mendorong hasil manufaktur selama sisa dari tahun ini.

Hal-hal yang positip yang terjadi pada minggu lalu:

1) Employment Cost Index untuk Q2 memperlihatkan kenaikan di upah dan gaji sektor swasta sebesar 2.6% per tahun, yang terbesar sejak Q1 2015 dan kenaikan dari 2% di Q1.

2) Chicago PMI untuk bulan Juli turun 1 point menjadi 55.8 tetapi itu sedikit lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebesar 54.

3) Conference Board’s US consumer confidence index turun sedikit ke 97.3 di bulan Juli dari revisi 97.4 di bulan Juni tetapi masih sedikit lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebesar 96.

4) New home sales di bulan Juni total setahun sebesar 592.000, 32.000 lebih daripada yang diperkirakan dan naik dari 572.000 di bulan Mei yang direvisi naik sebesar 21.000.

5) BoJ hanya menambah sedikit dari program QE mereka melalui pembelian saham yang lebih banyak.

Hal-hal yang negatip yang terjadi pada minggu yang lalu:

1) GDP AS direvisi turun di Q1 menjadi 0.8% dan pertumbuhan Q2 hanya 1.2%.

2) Initial jobless claims totaled 266.000, 4000 lebih daripada yang diperkirakan dan naik dari revisi minggu lalu sebesar 252.000.

4) Pending home sales di bulan Juni hanya tumbuh 0.2% per bulan yang jauh dibawah dari yang diperkirakan naik 1.2%.

5) Mortgage applications untuk membeli rumah turun 3.3% perminggu setelah turun 2% di minggu sebelumnya.

6) Core durable goods order naik 0.2% per bulan di bulan Juni dengan bulan Mei direvisi turun menjadi 0.5%. Ini sesuai dengan perkiraan naik sebesar 0.2% tetapi masih turun 4.2% per tahun.

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center